|
SDK dan SMP Widya Wacana Gelar Upacara Hari Pahlawan Gabungan
Pasarlegi, 10 November 2025 – Lapangan SDK Widya Wacana Pasarlegi hari ini bertransformasi menjadi saksi bisu kobaran semangat nasionalisme. Dalam suasana khidmat dan penuh makna, sekolah dasar dan sekolah menengah pertama Yayasan Widya Wacana bersatu menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan. Tepat pukul 07.15 WIB, barisan siswa-siswi SD dan SMP berdiri tegak, membentuk formasi disiplin. Penggabungan dua jenjang ini menambah kekhidmatan, di mana para siswa SD meneladani kedisiplinan kakak kelas SMP, dan sebaliknya, siswa SMP menunjukkan teladan kepemimpinan. Upacara berjalan sangat lancar dan tertib, mulai dari pengibaran bendera Merah Putih hingga pembacaan pesan-pesan pahlawan. Momen paling mengharukan adalah saat hening cipta, diiringi denting piano dari unit musik sekolah, mengajak seluruh peserta meresapi beratnya pengorbanan para pejuang. Dalam amanatnya, Pembina Upacara menekankan bahwa pahlawan masa kini adalah mereka yang berani berjuang melawan kemalasan, berani jujur, dan tekun belajar. “Kita tidak lagi memegang bambu runcing, namun kita memegang pena dan cita-cita,” tegas beliau. Peringatan Hari Pahlawan ini sukses menanamkan kesadaran akan pentingnya nilai juang. Dari lapangan Widya Wacana, generasi muda berjanji untuk melanjutkan perjuangan dengan prestasi dan karakter unggul.
0 Comments
Surakarta – Yayasan Sekolah Kristen Widya Wacana (YSK WW) merayakan ulang tahunnya yang ke-95 dengan penuh kemeriahan dan kekeluargaan. Acara syukur akbar ini diselenggarakan pada Kamis, 30 Oktober 2025, bertempat di GKI Sangkrah, dimulai pukul 16.00 WIB.
Perayaan ini menjadi penanda perjalanan panjang YSK WW dalam dunia pendidikan Kristen. Suasana meriah terasa sejak awal, dibuka dengan tarian kolaborasi energik antara MC dan penari cilik dari siswa SMP, yang disambut tepuk tangan riuh. Keunikan acara semakin terasa dengan iringan musik yang seluruhnya dimainkan menggunakan Angklung, memberikan nuansa tradisional yang khas. Acara inti ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun yang menjadi simbol harapan baru. Pembina Yayasan memberikan sambutan yang menguatkan, menegaskan kembali komitmen YSK WW dalam mendidik generasi unggul berbasis iman. Suasana haru dan inspiratif hadir saat salah satu guru membacakan puisi, dilanjutkan dengan lantunan Paduan Suara yang spesial, dibawakan langsung oleh seluruh Kepala Sekolah dari berbagai unit. Sebagai puncak kekhusyukan, hadirin diajak merenungkan Firman Tuhan yang disampaikan dengan penuh hikmat. Acara yang berlangsung sangat meriah dan menyenangkan ini ditutup dengan pemberian Nasi Kuning Berkat kepada setiap tamu yang hadir, membawa pulang kenangan manis sekaligus rasa syukur atas 95 tahun pelayanan Yayasan Sekolah Kristen Widya Wacana. ayasan Sekolah Kristen Widya Wacana (YSK WW) merayakan ulang tahunnya yang ke-95 dengan penuh kemeriahan dan kekeluargaan. Acara syukur akbar ini diselenggarakan pada Kamis, 30 Oktober 2025, bertempat di GKI Sangkrah, dimulai pukul 16.00 WIB. Perayaan ini menjadi penanda perjalanan panjang YSK WW dalam dunia pendidikan Kristen. Suasana meriah terasa sejak awal, dibuka dengan tarian kolaborasi energik antara MC dan penari cilik dari siswa SMP, yang disambut tepuk tangan riuh. Keunikan acara semakin terasa dengan iringan musik yang seluruhnya dimainkan menggunakan Angklung, memberikan nuansa tradisional yang khas. Acara inti ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun yang menjadi simbol harapan baru. Pembina Yayasan memberikan sambutan yang menguatkan, menegaskan kembali komitmen YSK WW dalam mendidik generasi unggul berbasis iman. Suasana haru dan inspiratif hadir saat salah satu guru membacakan puisi, dilanjutkan dengan lantunan Paduan Suara yang spesial, dibawakan langsung oleh seluruh Kepala Sekolah dari berbagai unit. Sebagai puncak kekhusyukan, hadirin diajak merenungkan Firman Tuhan yang disampaikan dengan penuh hikmat. Acara yang berlangsung sangat meriah dan menyenangkan ini ditutup dengan pemberian Nasi Kuning Berkat kepada setiap tamu yang hadir, membawa pulang kenangan manis sekaligus rasa syukur atas 95 tahun pelayanan Yayasan Sekolah Kristen Widya Wacana. Siswa-siswi Kelas 5 dan 6 SD Kristen Widya Wacana Pasarlegi baru-baru ini menjalani petualangan industri yang seru: mengunjungi PT Nissin Biscuit Indonesia! Ini bukan sekadar jalan-jalan, tetapi misi edukasi untuk memahami teknologi di balik camilan favorit.
Dengan antusiasme tinggi, rombongan memasuki area pabrik. Mereka menyaksikan langsung seluruh tahapan produksi, mulai dari adonan yang diolah oleh mesin raksasa, proses pemanggangan di dalam oven super besar, hingga bagaimana biskuit dicetak menjadi berbagai bentuk unik. Anak-anak terkesima melihat proses packing (pengepakan) otomatis yang sangat cepat dan higienis. Puncak kunjungan adalah saat mereka memasuki Museum Mesin Nissin. Di sana, berjejer mesin-mesin tua yang pernah digunakan Nissin di masa lalu. "Wow, mesin kuno ini besar sekali, ya!" seru salah satu siswa, membandingkan teknologi zaman dulu dan sekarang. Outing class ini sukses memberikan wawasan nyata tentang dunia industri. Anak-anak belajar bahwa di balik biskuit yang renyah dan lezat, ada kedisiplinan, teknologi canggih, dan sejarah yang panjang. Pulang membawa ilmu, inspirasi, dan tentunya sekantong biskuit gratis! Sebuah pengalaman yang manis dan berkesan. Dinginnya udara Tawangmangu tak menyurutkan semangat siswa-siswi Kelas 3 dan 4 SD Kristen Widya Wacana Pasarlegi. Dalam agenda outing class yang edukatif dan ceria, mereka berpetualang ke Gethuk Take untuk mengenal kearifan lokal.
Kegiatan dimulai dengan menjadi petani cilik! Anak-anak diajak langsung ke lahan, belajar cara menanam singkong, bahan utama gethuk. Mereka diajarkan bagaimana memilih bibit yang baik, menggali tanah, hingga menanam tunas singkong dengan hati-hati. Ini adalah pelajaran nyata tentang bagaimana makanan hadir di meja kita—membutuhkan proses dan kesabaran. Sesi paling dinantikan adalah fun cooking Gethuk! Dengan celemek terpasang, mereka beramai-ramai menumbuk singkong kukus, mencampurnya dengan gula, dan membentuk adonan warna-warni. Tawa riang pecah saat mereka merasakan tekstur singkong yang lembut dan aroma gula kelapa yang manis. Outing class ini sukses memberikan pengalaman belajar yang utuh, dari proses menanam di tanah hingga menikmati hasil olahan tradisional. Anak-anak Widya Wacana pulang membawa pengetahuan baru, rasa cinta pada produk lokal, dan kenangan manis Gethuk Tawangmangu. |